Daftar RSS Kami
Terima update dengan segera setiap ada posting.

Berisi kumpulan doa, tatacara berpuasa, shalat, dan berhaji/umrah.
Juga artikel, berita, dan agenda kegiatan Islami.

Mati Secara Syahid atau Khusnul Khatimah

2011-07-14,

Mati secara syahid merupakan salah satu cara untuk bisa mendapatkan jaminan masuk ke dalam surga. Mati dengan akhir yang baik (khusnul khatimah). Mati syahid menjadi cita-cita bagi kita semua, karena jaminan untuk mendapatkan surga.

Untuk syahid tidaklah harus gugur berperang di jalan Allah (jihad fi sabilillah), karena tidak semua perang merupakan perang fi sabilillah, ada persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi perang jihad fi sabilillah.

Seseorang dapat menjadi syahid, jika mati karena:

  • terkena wabah penyakit
  • sakit perut
  • tenggelam
  • tertimpa reruntuhan
  • gugur dalam perang jihad fi sabilillah
  • terbunuh karena membela hartanya
  • terbunuh karena membela keluarganya
  • terbunuh karena membela agamanya
  • terbunuh karena membela darahnya
  • meninggal karena hamil atau melahirkan (khusus untuk wanita)

Berikut adalah hadits-hadits yang menjelaskan tentang kematian yang bisa menjadikan mati secara syahid:

  1. Hadits riwayat Muslim dalam Shahihnya, bahwasanya beliau SAW, bersabda:   “Siapakah orang yang syahid menurut kalian?” Para sahabat menjawab,”Orang yang terbunuh di jalan Allah, maka ia syahid.” Rasulullah SAW bersabda, ”Kalau begitu, orang yang mati syahid dari umatku sedikit,” mereka bertanya,”Kalau begitu, siapa wahai Rasulullah?” Beliau SAW menjawab, ”Orang yang terbunuh di jalan Allah, ia syahid. Orang yang mati dijalan Allah, maka ia syahid, Orang yang mati karena sakit tha’un (wabah), maka ia syahid. Barangsiapa yang mati karena sakit perut, maka ia syahid. Dan orang yang mati tenggelam adalah syahid,
  2. Mati karena tertimpa reruntuhan. Berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Nabi SAW beliau SAW bersabda, Maksud Hadist: “Orang yang mati syahid ada lima, yaitu: Orang yang mati terkena penyakit tha’un, sakit perut, orang tenggelam, orang yang terkena reruntuhan dan orang yang shahid di jalan Allah.”  
  3. Diantara Hadist yang menjelaskan jenis kematian syahid yang lain yaitu: hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dan Annasaa’i, bahawa Nabi SAW bersabda, Maksud Hadist: “Barangsiapa yang terbunuh karena membela hartanya, maka ia syahid. Barangsiapa terbunuh karena membela keluarganya, maka ia syahid. Barangsiapa terbunuh karena membela agamanya, maka ia syahid. Dan barangsiapa yang terbunuh karena membela darahnya, maka ia syahid”.   
  4. Tanda mati husnul khatimah, khusus bagi wanita, ialah meninggal saat nifas, ataupun meninggal saat sedang hamil. Telah diriwayatkan sebuah Hadits shahih dari Imam Ahmad, dengan sanad Ubadah bin Ash Shamit ra, bahwa Nabi Muhammad SAW menyebutkan beberapa syuhada’, diantaranya, Maksud Hadist: “…Dan wanita yang dibunuh anaknya (kerana melahirkan) masuk golongan syahid, dan anak itu akan menariknya dengan tali pusatnya ke Surga(syahid akhirat)”.
  5. Meninggal karena terbakar dan radang selaput dada. Rasulullah SAW pernah menyebutkan macam-macam orang yang mati syahid, termasuk orang yang mati terbakar. Demikian pula orang yang meninggal lantaran menderita radang selaput dada, yaitu bengkak yang meradang, nampak pada selaput yang ada di bagian dalam tulang-tulang rusuk. Adapun haditsnya diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunannya. 
  6. Meninggal kerana sedang bertugas (menjaga wilayah perbatasan) di jalan Allah Ta’ala. Berdasarkan hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda, Maksud Hadist: “Berjaga-jaga sehari-semalam (di daerah perbatasan) lebih baik daripada puasa beserta shalat malamnya selama satu bulan. Seandainya ia meninggal, maka pahala amalnya yang telah ia perbuat akan terus mengalir, dan akan diberikan rezeki baginya, dan ia terjaga dari fitnah”.   
  7. Wafat dalam keadaan melakukan amal sholeh. Nabi SAW, bersabda, Maksud Hadist: “Barangsiapa mengucapkan Laa ilaha illallah karena Allah kemudian amalnya ditutup dengannya, maka ia masuk surga.


Shadaqta wa Barakta

2011-07-13, Dua kata yang sangat susah untuk bisa diucapkan saat Shubuh menjelang, membalas seruan muadzin, yang disebabkan karena masih seringnya kita dikalahkan oleh setan, susah untuk segera bangkit untuk segera shalat Shubuh, apalagi harus bergegas ke mesjid untuk berjamaah. Setannya adalah diri kita sendiri.


Ash-shalatu khairun minannaum. Shalat itu lebih baik dari pada tidur, seruan saat adzan berkumandang, memanggil kita untuk segera bangkit dari tidur, dan bergegas untuk ke mesjid, shalat Shubuh berjamaah.

Shadaqta, kamu benar; wa barakta, dan kamu baik; kita mengucapkan saat setelah mendengar kumandang adzan Ash-shalatu khairun minannaum selesai dilantunkan. Kita mengucapkannya untuk membalas seruan muadzin.

Wajib menuju mesjid, berjamaah shalat Shubuh; merupakan salah satu waktu shalat yang oleh Rasul sangat dipesankan untuk selalu berjamaah, bersama dengan Isya. Kedua shalat tersebut merupakan shalat yang sangat memungkin untuk setiap muslim untuk bisa melakukannya secara berjamaah; karena hampir bisa dipastikan setiap muslim berada di rumah.

Saat Isya tiba, semua muslim sudah pulang dari kerja. Saat Shubuh tiba, hampir semua muslim masih ada di rumah, sebagian sudah bangun, dan sebagian mungkin masih tidur. Saat ada kumandang adzan, seharusnya semua bisa bergegas untuk berjamaah ke mesjid. 

Kumandang Ash-shalatu khairun minannaum ini, saat jaman Rasul dikumandangan sekira 30 menit sebelum waktu Shubuh; sehingga saat adzan Subuh yang sebenarnya, lafal adzan sama seperti adzan untuk waktu shalat wajib lainnya. Akan tetapi kini adzan sebelum Shubuh sangat jarang dikumandangkan, sehingga kumandang Ash-shalatu khairun minannaum dilakukan saat adzan Shubuhnya. 

(Sedikit catatan pengingat, dari majelis pengajian ba'da Maghrib di Mesjid Palapa, Kompleks Pertanian Pasar Minggu, 13 Juli 2011)

Salah Kaprah Menulis Assalamu'alaykum

2011-06-29,

Penulisan kata atau kalimat yang dilatinkan dari bahasa Arab, belum atau sulit sekali untuk dibakukan. Tetapi ada beberapa hal yang jelas terlihat dan menjadi salah kaprah adalah menuliskan huruf ya yang dimatikan dengan menjadikan huruf i, seperti pada kata assalamu'alaykum dituliskan dengan assalamu'alaikum.

Penulisan yang dilatinkan harusnya bisa dikembalikan lagi dengan sedikit kesalahan, karena memang belum ada pembakuannya. Jika kita belum mengetahui asli dari kata assalamu'alaykum, maka jika kita kembalikan dari assalamu'alaikum, maka i pada kata 'alaikum belum tentu bisa menjadi ya, tetapi menjadi alif atau hamzah.

Penyingkatan

Selain menuliskan latin di atas, terkadang kita juga mendapatkan penyingkatan kata, assalamu'alaykum dengan menggunakan as atau ass saja; demi menghemat jumlah huruf dalam SMS dan waktu untuk menuliskannya. 

Jika kita berprasangka baik, maka kita akan menganggap sebagai assalamu'alaykum. Tetapi bagaimana jika memang niatnya adalah menuliskan assamu'alaykum? Maka jelas-jelas itu bukan salam, tetapi berarti 'kehancuran bagimu'.

Sebagai muslim, maka berhati-hati dengan sedikti rajin untuk menulis setidaknya assalamu'alaykum saja, maka sudah sangt baik; agar tidak menjadi pertanyaan bagi yang menerima 'salam' yang kita berikan. 


Perhatian Penggunaan Sajadah Pribadi Di Mesjid

2011-06-24,

Membawa sajadah sendiri saat shalat berjamaah di mesjid, umum dilakukan, karena banyak mesjid yang tidak memiliki sajadah yang layak untuk dipakai shalat berjamaah.

Tetapi untuk beberapa mesjid yang sudah baik fasilitas dan layanannya, membawa sajadah sendiri menjadi masalah, karena banyak jamaah langsung menggelar sajadahnya di atas sajadah atau karpet mesjid yang sudah bagus. Masalahnya adalah apakah sajadah yang dibawa tersebut lebih bersih daripada sajadah atau karpet yang ada di mesjid tersebut atau tidak.

Tulisan ini sekedar untuk memberitahu kepada jamaah yang membawa sajadah sendiri, agar meyakinkan bahwa sajadahnya lebih bersih dari sajadah yang ada di mesjid; karena jika tidak, maka akan membuat kotor sajadah atau karpet mesjid.

Tentang Plugin Rich Text Editor Untuk jQuery

2011-06-24,

Rich Text Editor (RTE) adalah fasilitas yang sebaiknya disediakan oleh setiap CMS atau aplikasi web, yang memungkinkan penggunanya memasukkan data dokumen yang panjang, dan teks yang ada di dalamnya bisa diformat.

Pemformatan suatu teks dalam suatu dokumen sangat diperlukan, untuk dapat menampilkan tulisan yang lebih informatif dan nyaman untuk dibaca.

RTE banyak disediakan oleh aplikasi CMS. Jika kita pemrogram web, maka seringkali kita dihadapkan pada pemilihan librari untuk bisa menyediakan fasilitas pemasukan data teks, yang memiliki fasilitas RTE. Tentu saja dengan berbagai pertimbangan, dari kelengkapan fitur sampai dengan kinerja yang baik.

Para pemrogram web yang memanfaatkan jQuery memiliki banyak pilihan plugin; dari yang paling lengkap sampai dengan yang sederhana, memiliki fungsi pemformatan secukupnya. Penulis sendiri lebih menyukai yang sederhana, tetapi fungsi pemformatannya memadai. Salah satunya adalah CLEditor (http://premiumsoftware.net/cleditor/).

TinyMCE dan FCKEditor adalah librari RTE, yang bisa dikatakan terbaik, karena lengkap fiturnya. Librari RTE ini awalnya adalah librari yang berdiri sendiri; tetapi kemudian dikembangkan untuk bisa digunakan oleh jQuery. Akan tetapi, sayangnya, implementasi untuk jQuery belum sempurna, banyak bug; terutama untuk bisa tampil pada popup.

CLeditor adalah plugin native jQuery, dan setelah dicoba ternyata bisa dikatakan bagus sekali. Menurut ukuran penulis, karena fungsionalitas minimal yang dibutuhkan penulis dapat dipenuhi, bahkan jauh melebih harapan penulis.

Untuk pemrogram yang menggunakan jQuery, maka plugin ini sangat dianjurkan untuk dipakai. Selamat mencoba. :-)

 < 1 2

 

 

Menu Kami

 

Google Page Rank : Page Rank Check

 

BlogRoll

 

Cari

tentang kami

Belajar merupakan proses yang tidak pernah berhenti. Kami mencoba menyampaikan apa yang dipelajari, untuk dapat dipelajari juga oleh yang lain.

Beberapa hasil kerja kami, coba juga disajikan dalam web ini, untuk bisa digunakan, sehingga bisa mempercepat kerja atau pun sebagai bahan acuan untuk pekerjaan pembaca yang mirip.

ibadah.info

Berbagi dan saling mengingatkan dalam kebaikan, itulah yang diinginkan. Ilmu dan harta yang kita miliki, tidak akan dapat dinikmati dan dibawa mati. Karenanya bagikanlah, agar yang lain dapat merasakan juga, semoga akan menjadikan ilmu dan harta yang kita miliki menjadi jauh lebih bermanfaat.

galeri gambar