Daftar RSS Kami
Terima update dengan segera setiap ada posting.

Berisi kumpulan doa, tatacara berpuasa, shalat, dan berhaji/umrah.
Juga artikel, berita, dan agenda kegiatan Islami.

Hal 'Baik' Yang Merusak Kesempurnaan Shalat Jumat

2011-07-29,

Hal yang 'baik' yang bisa merusak kesempurnaan dari pelaksanaan suatu shalat Jumat kita, karena ketidaktahuan akan rukun sempurnanya shalat Jumat seseorang; yaitu:
  • shalat sunnah saat khatib telah mulai khutbah
  • mengedarkan kenclengan infak untuk mesjid
  • menyalami orang di sebelah, setelah shalat sunnah saat khatib sedang berkhutbah
Sempurna seseorang menjalankan ibadah shalat Jumat adalah apabila orang tersebut datang sebelum adzan shalat Jumat berkumandang, sebelum atau saat khatib baru mengucapkan salam pembuka.
Saat naik mimbar khatib memulai khutbah, maka ibadah shalat Jumat sudah dimulai, semestinya sudah tidak boleh lagi ada kegiatan yang dilakukan oleh jemaah, selain mendengarkan khutbah Jumat. Kegiatan yang dilakukan saat shalat Jumat dilakukan akan menghilangkan pahala shalat Jumat, kita hanya akan mendapatkan pengguguran kewajiban atas shalat Jumat.

Shalat Jumat memiliki rangkaian shalat yang dimulai dari khatib naik mimbar sampai selesai shalat Jumat dilakukan. Banyak yang belum memahami esensi dan rukun shalat Jumat ini, sehingga banyak yang masih abai akan kewajiban untuk segera hadir sebelum khatib naik ke atas mimbar. Masih banyak yang menganggap, bahwa shalat Jumat adalah shalat yang jumlahnya 2 rakaat, tidak termasuk mendengarkan khutbahnya; sehingga merasa bahwa shalat Jumatnya sah dan sempurna, walaupun datang terlambat, datang sebelum iqamah dikumandangkan.

Banyak orang akan merasa tidak afdol jika datang ke mesjid tidak melakukan shalat sunnah tahiyatul masjid, karena shalat sunnah tahiyatul masjid sangat dianjurkan. Tetapi jika kita datang terlambat, karena sesuatu hal yang memang tidak bisa kita hindari; apakah kita tetap akan melakukan shalat sunnah? Mendengarkan khutbah lebih wajib, karena merupakan rukun dari pelaksanaan shalat Jumat secara keseluruhan.

Yang paling sulit bagi kita untuk mendapatkan kesempurnaan pelaksanaan shalat Jumat, apabila pengurus mesjid atau jamaah melakukan proses pengelilingan pengisian kencleng sebelum shalat Jumat dilakukan. Kebanyakan atau hampir semua mesjid di Indonesia abai akan hal ini, proses pengelilingan kencleng dilakukan saat khutbah mulai dilakukan; yang mengakibatkan jamaah harus melakukan proses mengelilingkan kencleng secara bergilir, merogoh kantung untuk mengambil uang dan memasukkan ke dalam kencleng. Akibatnya adalah dilakukan kegiatan di luar rukun, tidak mendengarkan khutbah.

Beberapa mesjid di Jakarta, yang penulis tahu, melakukan proses pengelilingan pengisian kencleng yang dilakukan sebelum khatib naik mimbar, sehingga saat shalat Jumat dilakukan, semua kegiatan di luar rukun shalat Jumat tidak ada lagi.  

Beberapa orang, banyak yang secara reflek akan menyalami orang di kiri-kanan, bahkan depan dan belakangnya, setelah orang tersebut melakukan shalat sunnah. Akan tetapi, jika bersalaman dilakukan saat khutbah Jumat sedang berjalan, akan mengganggu orang yang sedang menyimak khutbah, sedang melaksanakan rukun dari shalat Jumat. "Membuat rusak kesempurnaan shalat Jumat orang yang datang dengan tidak terlambat!".  Kita sulit untuk tidak melayani permintaan bersalaman, karena yang bersangkutan melakukan colekan kepada kita.

Mari kita sempurnakan shalat Jumat kita, tanpa melakukan hal yang sia-sia; yang dapat merusak kesempurnaan shalat Jumat kita.


Shadaqta wa Barakta

2011-07-13, Dua kata yang sangat susah untuk bisa diucapkan saat Shubuh menjelang, membalas seruan muadzin, yang disebabkan karena masih seringnya kita dikalahkan oleh setan, susah untuk segera bangkit untuk segera shalat Shubuh, apalagi harus bergegas ke mesjid untuk berjamaah. Setannya adalah diri kita sendiri.


Ash-shalatu khairun minannaum. Shalat itu lebih baik dari pada tidur, seruan saat adzan berkumandang, memanggil kita untuk segera bangkit dari tidur, dan bergegas untuk ke mesjid, shalat Shubuh berjamaah.

Shadaqta, kamu benar; wa barakta, dan kamu baik; kita mengucapkan saat setelah mendengar kumandang adzan Ash-shalatu khairun minannaum selesai dilantunkan. Kita mengucapkannya untuk membalas seruan muadzin.

Wajib menuju mesjid, berjamaah shalat Shubuh; merupakan salah satu waktu shalat yang oleh Rasul sangat dipesankan untuk selalu berjamaah, bersama dengan Isya. Kedua shalat tersebut merupakan shalat yang sangat memungkin untuk setiap muslim untuk bisa melakukannya secara berjamaah; karena hampir bisa dipastikan setiap muslim berada di rumah.

Saat Isya tiba, semua muslim sudah pulang dari kerja. Saat Shubuh tiba, hampir semua muslim masih ada di rumah, sebagian sudah bangun, dan sebagian mungkin masih tidur. Saat ada kumandang adzan, seharusnya semua bisa bergegas untuk berjamaah ke mesjid. 

Kumandang Ash-shalatu khairun minannaum ini, saat jaman Rasul dikumandangan sekira 30 menit sebelum waktu Shubuh; sehingga saat adzan Subuh yang sebenarnya, lafal adzan sama seperti adzan untuk waktu shalat wajib lainnya. Akan tetapi kini adzan sebelum Shubuh sangat jarang dikumandangkan, sehingga kumandang Ash-shalatu khairun minannaum dilakukan saat adzan Shubuhnya. 

(Sedikit catatan pengingat, dari majelis pengajian ba'da Maghrib di Mesjid Palapa, Kompleks Pertanian Pasar Minggu, 13 Juli 2011)

Perhatian Penggunaan Sajadah Pribadi Di Mesjid

2011-06-24,

Membawa sajadah sendiri saat shalat berjamaah di mesjid, umum dilakukan, karena banyak mesjid yang tidak memiliki sajadah yang layak untuk dipakai shalat berjamaah.

Tetapi untuk beberapa mesjid yang sudah baik fasilitas dan layanannya, membawa sajadah sendiri menjadi masalah, karena banyak jamaah langsung menggelar sajadahnya di atas sajadah atau karpet mesjid yang sudah bagus. Masalahnya adalah apakah sajadah yang dibawa tersebut lebih bersih daripada sajadah atau karpet yang ada di mesjid tersebut atau tidak.

Tulisan ini sekedar untuk memberitahu kepada jamaah yang membawa sajadah sendiri, agar meyakinkan bahwa sajadahnya lebih bersih dari sajadah yang ada di mesjid; karena jika tidak, maka akan membuat kotor sajadah atau karpet mesjid.

Desain Ulang Ukuran Sajadah

2011-06-24,

Sajadah merupakan alas untuk sholat yang digunakan oleh hampir setiap muslim untuk sholat. Tetapi jarang yang memperhatikan tentang ukuran dari sajadah yang harus dibeli.

Desain dan bahan sajadah lebih banyak menjadi pertimbangan pada saat membeli, bukan pada ukuran dari sajadahnya. Padahal ukuran sajadah akan menentukan kesempurnaan dari gerakan shalat yang kita lakukan.

Ukuran panjang sajadah, sebaiknya dipilih yang ukurannya lebih panjang, karena pada saat sujud, maka harus ada ruang di bawah perut, yang memungkinkan anak kambing untuk lewat. Jika terlalu pendek, maka pada saat kita sujud, maka tidak akan ada ruang di bawah perut.

Lebar sajadah tidak menjadi masalah, jika kita shalat sendiri (munfarid); tetapi jika digunakan untuk berjamaah, maka akan menjadi masalah. Mengapa? Karena barisan jamaah shalat menjadi renggang-renggang; padahal kerapatan barisan merupakan salah satu kesempurnaan dari shalat berjamaah. Jadi, ukuran sajadah yang digunakan atau dibawa, sebaiknya sesuai dengan ukuran lebar badan dari setiap jamaah.Lebar sajadah, secara teori akan sama dengan lebar bahu dari setiap orang.

Ukuran panjang dan lebar sajadah akan menjadi lebih diabaikan oleh jamaah sholat berjamaah, apabila para jamaah tidak memiliki bekal untuk membentuk barisan yang lurus dan rapat saat shalat berjamaah.

Pada mesjid dan mushala yang menyediakan sajadah, apalagi menggunakan sajadah yang terpisah-pisah. Kesempuranaan barisan saat shalat berjamaah akan semakin terabaikan; jika imam dan jamaah tidak saling mengingatkan akan kerapian dan kerapatan barisan.

Melalui tulisan ini, semoga imam dan jamaah dapat saling merapikan dan merapatkan barisan saat shalat berjamaah, tanpa harus melihat dan memaksakan diri untuk menempati sajadahnya sendiri.

 

 

Menu Kami

 

Google Page Rank : Page Rank Check

 

BlogRoll

 

Cari

tentang kami

Belajar merupakan proses yang tidak pernah berhenti. Kami mencoba menyampaikan apa yang dipelajari, untuk dapat dipelajari juga oleh yang lain.

Beberapa hasil kerja kami, coba juga disajikan dalam web ini, untuk bisa digunakan, sehingga bisa mempercepat kerja atau pun sebagai bahan acuan untuk pekerjaan pembaca yang mirip.

ibadah.info

Berbagi dan saling mengingatkan dalam kebaikan, itulah yang diinginkan. Ilmu dan harta yang kita miliki, tidak akan dapat dinikmati dan dibawa mati. Karenanya bagikanlah, agar yang lain dapat merasakan juga, semoga akan menjadikan ilmu dan harta yang kita miliki menjadi jauh lebih bermanfaat.

galeri gambar