Daftar RSS Kami
Terima update dengan segera setiap ada posting.

Berisi kumpulan doa, tatacara berpuasa, shalat, dan berhaji/umrah.
Juga artikel, berita, dan agenda kegiatan Islami.

Puasa Bulan Ramadhan

2011-07-24,


“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian puasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa” (QS. Al-Baqarah:183).

"(Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui " (QS. Al-Baqarah:184)

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al-Baqarah:185)

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah:186)

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan Puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma`af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri`tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. (QS. Al-Baqarah:187)

Berpuasa diwajibkan kepada umat Islam yang telah mencapai baligh, berakal sehat, dan mampu melaksanakannya pada bulan Ramadhan selama sebulan penuh.

Berpuasa adalah ibadah yang dijalankan dengan menahan diri dari lapar, haus, dan nafsu seks; yaitu dengan tidak makan, tidak minum dan tidak bersenggama dimulai sejak waktu Shubuh sampai dengan Maghrib dengan niat ikhlas karena Allah Ta'ala.  Di dalam ritual ibadah puasa memiliki efek penyucian dan pembersihan jiwa, juga untuk menjernihkannya dari pikiran-pikiran yang buruk dan akhlak yang rendah.

Rukun Ibadah Puasa
  • niat yang baik.
Hendaklah orang yang berpuasa berniat untuk meraih takwa, mendapatkan ridha Allah SWT, serta mencari pahala dan balasan yang dijanjikan atas orang yang berpuasa.

  • bersahur walaupun hanya minum seteguk air.
Nabi SAW menganjurkan bersahur, bahkan Rasulullah SAW memerintahkan sahur melalui sabdanya, 
"Bersahurlah walaupun hanya meminum seteguk air." (HR Ibnu Hibban).
Sahur bertujuan agar seseorang lebih kuat dalam berpuasa, lebih banyak berkahnya, serta meneladani perbuatan Nabi SAW.

Dalam hadis lainnya, Rasulullah SAW bersabda:
  • "Perbedaan antara puasa kami dengan puasa Ahlul Kitab adalah makan sahur." (HR Muslim).
  • "Bersahurlah karena pada makan sahur terdapat berkah." (HR Bukhari dan Muslim)
  • "Sebaik-baiknya makanan sahur orang Mukmin adalah kurma." (HR Abu Daud)
  • mengakhirkan makan sahur.
Mengakhirkan makan sahur termasuk sunah Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW telah menganjurkan umatnya untuk mengakhirkan makan sahur. Rasulullah bersabda, "Bersegeralah berbuka dan akhirkanlah makan sahur." (HR Ibnu 'Adiy).

Diriwayatkan dari Zaid bi Tsabit RA, ia berkata, "Kami pernah sahur bersama Rasulullah SAW, kemudian kami bangkit untuk mengerjakan shalat. Anas berkata kepadanya: "Berapa jarak waktu antara keduanya?" Ia berkata: "Jaraknya sekitar bacaan lima puluh ayat." (HR Bukhari dan Muslim).
  • selain menahan lapar, haus, dan nafsu syahwat; hendaknya seorang muslim juga untuk:
    • menjaga anggota tubuh ketika berpuasa
      "Apabila seseorang menjaga anggota tubuhnya: mata, tangan, lisan, telinga, kemaluan, dan kaki dari apa-apa yang diharamkan Allah selama berpuasa, maka ia akan terbiasa melakukan hal tersebut, sehingga menjadi kebiasaan,"
      Orang yang berpuasa hendaknya menahan pandangan dari apa-apa yang diharamkan Allah SWT, serta menjaga lisannya dari menggunjing dan mengadu domba. 
    • sabar dan tak berbuat jahat 
      Janganlah seseorang membalas perbuatan jahat dengan yang semisalnya. Janganlah membalas orang yang mencacinya, tetapi hendaklah tabah, sabar dan menahan diri ketika marah. Rasulullah SAW bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, janganlah ia berbuat keji dan jahat. Jika ada orang mencaci atau mengganggunya, hendaklah ia berkata; 'Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa'." (HR Bukhari-Muslim).
    • memperbanyak amal kebaikan
      Saat berpuasa, dianjurkan bagi seorang Muslim untuk mengisi waktunya dengan berzikir dan berdoa, memohon ampun, membaca Alquran, memperbanyak sedekah, menyediakan makanan berbuka semata-mata untuk mencari balasan pahala, menyambung tali silaturahim, melakukan kebaikan-kebaikan dan amal-amal yang lainnya.
  • Menyegerakan berbuka.
Menyegerakan berbuka termasuk sunah Nabi SAW. Rasulullah SAW bersabda, " Segerakanlah berbuka ... ". Dalam hadis lainnya, Nabi SAW bersabda, "Manusia tetap berada di dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR Bukhari). Selain itu, saat berbuka disunahkan memakan kurma agar lebih meringankan pencernaan dan memberikan lebih banyak manfaat.

Allah memberikan keringanan untuk tidak menjalankan puasa; akan tetapi keringanan tidak menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini memiliki konsekuensi untuk diganti pelaksanaannya dengan:

     * mengganti pada hari yang lain di luar bulan puasa
     * mengganti dengan membayar fidyah

Keringanan untuk mengganti puasa yang tidak dijalani pada bulan Ramadhan sejumlah hari yang ditinggalkannya, hanya dapat dilakukan jika orang tersebut meninggalkan puasa karena sakit atau karena dalam perjalanan yang berat. Penggantian dengan fidyah hanya dapat dilakukan oleh wanita yang sedang hamil atau sedang menyusui dan orang yang sakit sehingga sudah tidak mampu lagi untuk melakukan puasa,

Penggantian pelaksanaan puasa yang di luar bulan Ramadhan harus dilakukan pada hari di luar hari Tasyriq, yaitu hari pada tanggal 1 Syawal (hari raya Idul Fitri), 10,11,12 ,13 Dzulhijjah (kita mengenalnya sebagai hari raya Idul Adha atau hari raya qurban)..

 

 

Menu Kami

 

Google Page Rank : Page Rank Check

 

BlogRoll

 

Cari

tentang kami

Belajar merupakan proses yang tidak pernah berhenti. Kami mencoba menyampaikan apa yang dipelajari, untuk dapat dipelajari juga oleh yang lain.

Beberapa hasil kerja kami, coba juga disajikan dalam web ini, untuk bisa digunakan, sehingga bisa mempercepat kerja atau pun sebagai bahan acuan untuk pekerjaan pembaca yang mirip.

ibadah.info

Berbagi dan saling mengingatkan dalam kebaikan, itulah yang diinginkan. Ilmu dan harta yang kita miliki, tidak akan dapat dinikmati dan dibawa mati. Karenanya bagikanlah, agar yang lain dapat merasakan juga, semoga akan menjadikan ilmu dan harta yang kita miliki menjadi jauh lebih bermanfaat.

galeri gambar